Siang-Siang Ga Ada Kerjaan
Siang yang terasa dingin dan jarang sekali Jakarta berbaik hati seperti ini. Meski sebentar lagi gelayut mendung tebal itu akan meluap-luapkan air dari langit dan membawa hadiah banjir, salah satu yang membuatku tetap tidak menyukai Jakarta.
Kenapa aku tiba-tiba kangen menulis, menulis yang benar-benar dengan hati dan pikiran. Aku bahkan tidak tahu sejak kapan punya bakat menulis, aku juga tidak pernah punya prestasi menulis. Yah, mungkin karena terpaksa saja, tiba-tiba pernah sangat beruntung dipekerjakan sebuah media untuk menulis berita, walau mungkin sebenarnya tidak ada bakat untuk menjadi seorang jurnalis. Benar saja, baru juga satu tahun aku sudah beralih profesi menjadi pelayan masyarakat. Tapi sungguh, aura pekerjaan itu masih kental kurasakan, aku masih berhubungan baik dengan rekan-rekan kerja di lapangan, dan kadang-kadang ketika merasa bosan rasanya pengen kembali saja ke dunia itu.
Dunia yang menyuarakan kebebasan dan seakan-akan sah-sah saja memprotes siapa saja. Menjadi pelayan?? Tidak bisa sesuka hati seperti itu. Hufh!!!
Bukan menyesali diri, semua ada porsinya masing-masing, hanya sedikit berkeluh ketika sedang merasa stagnan seperti ini. Bukan pula tidak bersyukur, apa yang ada sudah lebih dari cukup untuk berucap syukur, hanya sedikit berefleksi bahwa semua ada hikmahnya (*akhir-akhir ini aku sering mengucap kata-kata terakhir tadi*).
Ketemu Jodoh

Sebulan yang lalu, Bapak menyerahkanku, anak perempuan kesayangan, untuknya, dengan tebusan seperangkat alat sholat dan uang sekian juta rupiah. Aku telah resmi menjadi tanggung jawabnya.
Enam tahun lebih mengenalnya dengan segala plus minusnya, akhirnya dia juga yang menjadi suamiku. Entah aku yang beruntung atau dia yang lebih beruntung (*kata-kata yang sensitif*), dengan hitam putih perjalanan kami, takdir juga yang mengantar kami memasuki pintu takdir kedua, “jodoh”.
Dengan muka yang banyak orang bilang mirip, setipe, “kayak sodaraan”, dan komentar-komentar sejenisnya, dulu aku jarang berpikir jauh bahwa dia yang akan menjadi suamiku kelak (*berbeda dengan dia, katanya sih sejak awal dia yakin aku yang akan jadi istrinya, hehe. Atau itu cuma rayuan dia aja ya??*). Meski begitu, aku begitu nyaman menghadapi, menertawakan dan menangisi kekonyolan-kekonyolannya pada masa-masa itu. Aku sebut itu kekonyolan, mungkin dia akan berkomentar “aku dulu juga sering bosan dengan sok dewasamu itu”. Hahaha… Sekarang, dia yang menjadi sok dewasa, tapi aku menyukainya..
Tiga tahun lalu, sejak dia mengejar nasibnya, mulai berjauhan denganku, dan aku juga berkutat dengan kegembiraanku mengejar mimpi, aku sedikit mengendorkan harapanku padanya. Aku tahu akan banyak yang dia temui, akan banyak pula yang hal baru yang aku lihat. Dia sempat teralihkan dari perhatianku, dan aku tahu aku pun sempat terlempar dari gegap gempita dunianya. Tapi dia tidak pernah hilang dari hatiku (*waduh, menjadi sok puitis romantis beginininini..*)
Entah apa saja masa lalu itu, manis pahit.. Dan entah bagaimana masa depan, aku tidak ingin menebak-nebak. Biar hari ini tetap hari ini, dan esok tetap menjadi misteri.
Lelakiku, maafkan aku belum bisa menemani setiap malammu.. Mungkin lambat laun mimpi-mimpiku akan ikhlas kulepas dan akan tercipta mimpi-mimpi baruku di rumahmu.
Sepertinya aku belum siap mati..
Saat kematian menjemput roh dari raga manusia, maka semua amalnya akan putus kecuali tiga perkara: amal jariyah, anak yang sholeh, dan ilmu yang bermanfaat.
Kapan aku mati?? ga ada yang tau, mungkin sebentar lagi, mungkin beberapa tahun lagi, atau mungkin ketika sudah tua.. Jadi musti dari sekarang nabung tiga perkara itu.
1. Harus lebih banyak beramal jariyah. Setelah lepas dari bangku kuliah, aku jadi jarang ikut2 kegiatan sosial. Sepertinya aktifitas kerja menguras konsentrasi, mungkin karena jam kerja yang mendominasi hari yang bikin jadi ga mikirin kegiatan lain. Beramal dengan hartapun ga seberapa nominalnya, malah klu diitung2 kok aku jadi lebih pelit buat beramal daripada buat hal2 lain yang sebenernya ga penting.
2. Musti punya anak yang sholeh. Musti nikah dulu kali ya.. trus punya anak.. Ga cukup disitu, yang paling penting bisa mendidik anak biar jadi anak yang sholeh. Menurutku itu bukan hal yang mudah, aku liat dari pengalaman orang tuaku aja, gimana susahnya membimbing adekku semata wayang yang mbandel (sebenernya aku juga mbandel sih, tapi di belakang, hihi). Ya Allah, lancarkan jalanku, jalan kami untuk menyempurnakan separuh dari agama..
3. Musti punya Ilmu yang bermanfaat. Kadang aku masih menyesali diri kenapa nasib ngga menyeretku menjadi seorang dosen seperti cita-citaku dulu. Tapi aku sadar sih, setiap pilihan pasti ada konsekuensinya, ngga semua yang kita pingin bisa kita dapatkan. Aku bersyukur dengan hidupku sekarang, seenggaknya dengan belum tercapainya cita-citaku itu, aku masih punya sesuatu yang pingin aku wujudkan. Coba aja manusia ga punya cita-cita, hidup pasti ga ada gregetnya. Memang ga harus dengan menjadi guru/dosen untuk mengamalkan ilmu, tapi sungguh aku masih punya cita-cita itu. Ya Allah, bantu aku mencapainya..
Sepertinya aku belum siap mati, karena ternyata aku belum punya cukup tabungan buat hidupku di alam kubur dan alam akhirat nanti..
di ujung tahunku..
Ya Allah, Sang Kuasa..
Terima kasih..
Masih mengasihiku..
Memberiku orang tua, keluarga, saudara, kawan yang begitu mencintaiku..
Tuhan, Kau selalu hadir di setiap ujung tahunku, selalu ada hadiah untukku..
Air mata yang membasuh bersih kesombonganku..
Vaksin bagi hatiku yang meski nyeri tapi membuatku kuat..
Kau membuatku mengerti apa itu bijaksana..
Tetapi aku belum cukup kuat untuk ini Tuhan..
belum cukup mampu untuk belajar dari kesalahan..
belum cukup pandai membaca tanda-tandaMu..
Aku bahkan masih saja tak bisa bedakan api dan air..
Dan aku masih saja tak mengerti..
Kebodohan ini karena yang terbaik menurut Mu..
ataukah karena aku cukup bodoh untuk menjadi pandai?
Aku tahu tak ada yang sia-sia..
Aku tahu Kau telah siapkan kejutan besar untukku..
yang akan membuatku tertawa bahagia..
tertawa yang sesungguhnya..
tertawa yang benar-benar tertawa..
Sungguh jika memang kebahagiaan itu untukku..
Tak akan kupaksa untuk datang sekarang..
Pun jika kebahagiaan itu datang setelah aku mati..
Asalkan kau sunggingkan senyum di bibir ayah ibuku, setiap saat..
apakah egois itu namanya?
Kunikmati detik-detik senja di ruangan ini, membuatku senyaman mungkin dalam kesendirian. Kugelar hari-hari kemarinku dan kucoba petakan esok hariku. Dan hatiku mulai bergulat tentang benar atau tidak apa yang telah kujala, baik atau buruk apa yang kupilih..
Pilihan menjanjikan sebuah konsekuensi, dan aku memilih untuk memilih peran yang kupilih sendiri untukku, bukan peran yang dipilihkan orang lain untukku. Apakah itu egois namanya?
Penyesalan adalah hal yang akan selalu tertolak bahkan sebelum menyentuh dinding hatiku. Dan aku merasa beruntung bisa menolak penyesalan. Walaupun menyisakan kekecewaan bagi orang lain. Apakah itu egois namanya?
Dan aku sangat menghargai pribadiku, karena dengan begitu aku akan bisa menghargai pribadi orang lain. Walaupun kemudian itu akan menjadi sedikit “semau gue”, tetapi setidaknya tetap ada penghargaan bagi semua orang. Apakah itu egois namanya?
Seringkali pilihan akan menciptakan masalah, dan aku yakin selalu ada jawaban untuk setiap pertanyaan bernama “masalah”. Kalau kemudian jawabanku menjadi sesuatu yang tidak bisa menjawab bagi orang lain, aku akan berpikir bahwa itu “terserah anda” karena pikiran orang itu berbeda. Apakah egois itu namanya?
Aku mempertanyakan itu semua sebagai “pribadi” dan ketika bersentuhan dengan status dalam “sosial” spot, ternyata itu seringkali diributkan sebagai masalah.
Apa Golongan Darah Anda?
Zodiak, sio, tanggal lahir, dan weton (tanggal lahir jawa) seringkali dianggap dapat menggambarkan karakter seseorang, bahkan nasib dan peruntungannya dapat diterawang dari hal2 tersebut. Percaya ga percaya sih.. tapi kenyataannya “ketik REG spasi tanggal lahir” masih juga rame diiklanin J . Itu di Indonesia, tanah air tercinta ini.. Beda dengan di Jepang, konon di Jepang hal ini sudah terjadi dari tahun 1933 oleh Furukawa Takeji. Namun dia melihat kepribadian dari sisi golongan darah seseorang.
Seseorang dengan golongan darah O, dikenal sebagai pemburu dan memiliki karakter yang kuat, berjiwa pemimpin dan percaya diri, dan mempunyai persaingan yang kuat. Berpotensi jadi pemimpin besar. Sedangkan profesi yang cocok adalah presiden, polotikus, atau pemimpin yang berkarir gemilang. (Fit and proper test buat para caleg dan capres perlu pake tes golongan darah kali ya…). Selain itu, beberapa karakter si _ O :
- Orang yang bergolongan darah O, mereka ini biasanya berperan dalam menciptakan gairah untuk suatu grup. Dan berperan dalam menciptakan suatu keharmonisan diantara para anggota grup tersebut.
- Figur mereka terlihat sebagai orang yang menerima dan melaksakan sesuatu dengan tenang. Mereka pandai menutupi sesuatu sehingga mereka kelihatan selalu riang, damai dan tidak punya masalah sama sekali. Tapi kalau tidak tahan, mereka pasti akan mencari tempat atau orang untuk curhat (tempat mengadu).
- Mereka biasanya pemurah (baik hati), senang berbuat kebajikan. Mereka dermawan dan tidak segan-segan mengeluarkan uang untuk orang lain.
- Mereka biasanya di cintai oleh semua orang, “loved by all”. Tapi mereka sebenarnya keras kepala juga, dan secara rahasia mempunyai pendapatnya sendiri tentang berbagai hal.
- Dilain pihak, mereka sangat fleksibel dan sangat mudah menerima hal-hal yang baru.
- Mereka cenderung mudah di pengaruhi oleh orang lain dan oleh apa yang mereka lihat dari TV.
- Mereka terlihat berkepala dingin dan terpercaya tapi mereka sering tergelincir dan membuat kesalahan yang besar karena kurang berhati-hati. Tapi hal itu yang menyebabkan orang yang bergolongan darah O ini di cintai.
Mereka dengan golongan darah B katanya berkarakter kreatif, penyeimbang, dan melihat segala sesuatu dari hal-hal yang detail.Profesi yang cocok katanya pengusaha,seniman, artis, dan kegiatan yang memerlukan bakat kreatif atau menghasilkan karya sesuatu.Katanya juga sih agak pemarah kalau diganggu pada saat dia lagi berkegiatan atau bekerja.Itu merupakan kelemahannya.Satu lagi karena senang keseimbangan dan harmonisasi dia terkesan agak tertutup.Terlihat dari karakter orang Jepang,Cina dan Yahudi yang terkesan Soliter. Sumber lain menyebutkan, beberapa karakter si B :
- Orang yang bergolongan darah B ini cenderung penasaran dan tertarik terhadap segalanya.
- Mereka juga cenderung mempunyai terlalu banyak kegemaran dan hobby. Kalau sedang suka dengan sesuatu biasanya mereka menggebu-gebu namun cepat juga bosan.
- Tapi biasanya mereka bisa memilih mana yang lebih penting dari sekian banyak hal yang di kerjakannya.
- Mereka cenderung ingin menjadi nomor satu dalam berbagai hal ketimbang hanya dianggap rata-rata. Dan biasanya mereka cenderung melalaikan sesuatu jika terfokus dengan kesibukan yang lain. Dengan kata lain, mereka tidak bisa mengerjakan sesuatu secara berbarengan.
- Mereka dari luar terlihat cemerlang, riang, bersemangat dan antusias. Namun sebenarnya hal itu semua sama sekali berbeda dengan yang ada didalam diri mereka.
- Mereka bisa dikatakan sebagai orang yang tidak ingin bergaul dengan banyak orang.
Golongan darah A yang disebut si pengolah Tanah yang memiliki karakter sensitif, perfeksionis,menetap, kooperatif, teratur, rapi, dan teliti Sayang katanya karakter ini tidak berani mengambil resiko, mudah tersinggung dan cepat tersudut bila ketelitian dan keteraturannya terusik. Golongan darah A jug dikatakan memiliki sifat :
- Biasanya orang yang bergolongan darah A ini berkepala dingin, serius, sabar dan kalem atau cool, bahasa kerennya.
- Orang yang bergolongan darah A ini mempunyai karakter yang tegas, bisa di andalkan dan dipercaya namun keras kepala.
- Sebelum melakukan sesuatu mereka memikirkannya terlebih dahulu. Dan merencanakan segala sesuatunya secara matang. Mereka mengerjakan segalanya dengan sungguh-sungguh dan secara konsisten.
- Mereka berusaha membuat diri mereka se wajar dan ideal mungkin.
- Mereke bisa kelihatan menyendiri dan jauh dari orang-orang.
- mereka mencoba menekan perasaan mereka dan karena sering melakukannya mereka terlihat tegar. Meskipun sebenarnya mereka mempunya sisi yang lembek seperti gugup dan lain sebagainya.
- Mereka cenderung keras terhadap orang-orang yang tidak sependapat. Makanya mereka cenderung berada di sekitar orang-orang yang ber’temperamen’ sama.
Nah ini dia si Golongan darah AB yang terkenal dengan misterinya.pribadi yang sangat unik, kompleks, berubah-ubah dan spiritual.Kelemahannya adalah dia tidak perhatian dengan temen dan tidak mau tau akan urusan dan kesulitan orang lain. Tapi, ada pula yang menyebutkan :
- Orang yang bergolongan darah AB ini mempunyai perasaan yang sensitif, lembut.
- Mereka penuh perhatian dengan perasaan orang lain dan selalu menghadapi orang lain dengan kepedulian serta kehati-hatian. (Nah loh, mana yang bener ya?)
- Disamping itu mereka keras dengan diri mereka sendiri juga dengan orang-orang yang dekat dengannya.
- Mereka jadi cenderung kelihatan mempunyai dua kepribadian.
- Mereka sering menjadi orang yang sentimen dan memikirkan sesuatu terlalu dalam.
- Mereka mempunyai banyak teman, tapi mereka membutuhkan waktu untuk menyendiri untuk memikirkan persoalan-persoalan mereka.
So far sih, saya setuju aja, secara golongan darah saya adalah ( * ), he2..
Tetapi sebagai orang yang pernah makan bangku sekolah (tapi ga habis bangkunya, malah ga bisa2 nggigitnya..susah), kurang bijak rasanya kalau percaya bahwa golongan darah adalah satu2nya factor pembentuk karakter. Seenggaknya, kalaupun apa yang disebutin di atas bener, yang baik2 bisa menjadi motivasi agar lebih baik, dan yang jelek2 bisa untuk evaluasi diri. Bagaimana menurut anda? anda termasuk golongan yang mana? (kalau untuk yang satu ini, ga boleh golput! ^_^)
Keadilan Sosial…..
Hampir jam sembilan malam, dan aku masih di duduk di depan komputer di kantor. Barusan selesai arrange agenda buat besok dan besoknya lagi, secara banyak request buat bertemu atasan..
Begini nasib pegawai negeri sipil biasa di Indonesia,, pulang malem setiap haripun ga bakalan bisa bikin kaya. Tapi dari awal, aku memang ga pingin cari kaya, secara emang udah tau “pns biasa” ga bakalan bikin kaya, kecuali pns luar biasa di gedung2 lain. Gedung2 yang manakah itu?
Instansi tempatku bekerja ini, menurutku ga kalah penting dibandingkan instansi2 di gedung2 dengan pegawai bergaji besar. Lengah sedikit saja para penunggu seiscomp di kantorku, bisa2 Indonesia lewat kena tsunami. Atau salah sedikit para prakirawan di kantorku, bisa2 tuh pesawat pada berjatuhan di angkasa. Namun saudara2, dengan kesejahteraan yang memprihatinkan, bagaimana bisa kami bekerja sepenuh jiwa raga???
Seandainya aku masih jadi jurnalis yang bisa menyuarakan suara orang 2 lemah ini, pingin rasanya bikin riset tentang korelasi antara tanggung jawab pekerjaan dan pendapatan (bukan gaji) pns di Indonesia.
“Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” — salah satu falsafah hidup bangsa Indonesia. Semua orang hafal tapi ga semudah itu mewujudkannya.
Suara – Hijau Daun
Disini aku masih sendiri
Merenungi hari-hari sepi
Aku tanpamu
Masih tanpamu
Bila esok hari datang lagi
Ku coba untuk hadapi semua ini
Meski tanpamu meski tanpamu
Bila aku dapat bintang yang berpijar
Mentari yang tenang bersamaku disini
Ku dapat tertawa menangis merenung
Di tempat ini aku bertahan
*
Suara dengarkanlah aku
Apa kabarnya pujaan hatiku
Aku di sini menunggunya
Masih berharap di dalam hatinya
Suara dengarkanlah aku
Apakah aku slalu dihatinya
Aku di sini menunggunya
Masih berharap di dalam hatinya
Kalau ku masih tetap disini
Ku lewati semua yang terjadi
Aku menunggumu Aku menunggu
Suara dengarkanlah aku
Apa kabarnya pujaan hatiku
Aku di sini menunggunya
Masih berharap di dalam hatinya
Suara dengarkanlah aku
Apakah aku ada dihatinya
Aku di sini menunggunya
Masih berharap di dalam hatinya
Back to *
Suara dengarkanlah aku
Cinta Sejati
Apa sih yang disebut cinta sejati?? Yang gimana sih?
Orang bilang cinta pertama bisa jadi cinta sejati.. Tapi ga gitu juga kali..
Ada yang bilang ; cowo bisanya suka ganti-ganti cewe, dan suka lirik sana-sini, tapi cuma satu yang dicintainya (yang lain disayangi aja, hehe) ; cewe bisanya kelihatan setia sama satu cowo tapi sebenernya dia (dalam banyak kasus) memendam cinta untuk cowo lain (tapi ga gitu juga kali ya.. he2, pembelaan!!, secara kita kan cewe..)
Beberapa hari yang lalu, di salah satu stasiun TV, lagi ditayangin acara Kontak Jodoh, yang psertanya ABG.. Kalo ga salah, acara2 kaya gini dulu2nya ditujukan untuk mereka2 yang udah usia nikah tapi dengan berbagai kendala ternyata sulit menemukan jodohnya.. Lah ini? pesertanya rata2 ABG yang umurnya sekitar 20an bahkan ada yang masih belasan, cakep2 pula, kayanya sih ga bakalan susah cari jodoh tanpa perantara biro jodoh kaya gitu. Jadi ga seru aja nontonnya, hehe.. (tapi tetep aja kutonton mpe habis, hehe).
Last Saturday..
Last Saturday
Liburan yang membosankan, di kosan aja, mau ke luar malesnya minta ampyun (padahal aku punya tanggungan visiting my family di Tanjung Priok). Emang beberapa hari ini Jakarta terasa panas banget di siang hari, dan diguyur hujan di malam hari. Biasanya liburan klo ga pulang, atau ke Jogja, paling2 telpon2an seharian. Tapi sabtu kemarin sepertinya pada sibuk semua, huh!! Ada yang sms aja ga dibales, ada yang ditelp tapi lagi nyeterika, ada yang ditelp ga diangkat2.Yang ada malah telepon nyasar, salah orang,, mana tuh orang yang nelpon pede banget kalo dia bener sodaraku, trus nanya2 suamiku orang mana (kapan aq diijab kabul??).. Lebih dari 10 menit, tuh orang kekeh,, usut punya usut, ternyata dia dapet nomer hpku dari hp tetangganya yang ternyata adeknya temenku (ribet bener), namaku sama dengan nama sodaranya (nasib, punya nama pasaran, hehe).
Bingung mau ngapain.. Sebenernya masih ada tanggungan ngerjain tesis yang jalan di tempat terus, ga maju2,, tapi gimana lagi dosennya aja ga ngasi2 respon, padahal tuh proposal udah kuserahin sebulan yang lalu. Ga mungkin banget bisa lulus April tahun ini.. Mungkin dosennya kesel kali yah,, dulu dosennya kayanya seneng pas ndapetin mahasiswa yang ngajuin proposal ttg kebijakan HIV/AIDS, secara Ibu-Ibu itu concern dengan hal2 berbau gender dan kespro. Tapi ternyata terhenti di proposal aja coz hampir setahun ga kukerjain.. Truz muncul2, aku bawa proposal baru dengan tema yang jauh berbeda 180 derajat, ga ada nyenggol2nya ma gender dan kespro, tapi malah ngomongin ttg Tsunami Early Warning System. Hehe.. ga nyambung banget khan?? Tapi gimana lagi,, aku udah menyampaikan alasan2 dan pertimbangan kenapa ganti tema penelitian, dan kedua dosen pembimbing setuju. Hm,,, sebenernya ada satu alasan yang lupa kusampaikan ke Ibu2 itu, bahwa klo aku kekeh ngambil kebijakan HIV/AIDS, ga bakalan kupakai ilmunya di tempat kerja. Sebenernya itu tuh alasan paling OKs, tapi malah lupa kusampein..
-
Recent
-
Links
-
Archives
- November 2009 (2)
- September 2009 (1)
- June 2009 (1)
- April 2009 (1)
- February 2009 (9)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS